Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah. Yaa.. mungkin
tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan
memeriksa kamar putrinya. Dia mendapati kamar itu
sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan untuk
ayah di atas kasurnya. Perlahan dia mulai membuka surat itu…
Ayah tercinta. Aku menulis surat ini dengan perasaan
sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca
surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi
bersama kekasihku, dia cowok yang baik. Setelah
bertemu dia ayah juga pasti akan setuju
meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat di tubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut
gondrongnya.
Blog Bersama
Selasa, 24 Desember 2013
Selalu Terganggu
Setelah mengendarai mobil
sepanjang malam, seorang lelaki letihnya bukan main, maka itu ia
memutuskan berhenti di pinggir jalan untuk istirahat dan tidur sebentar.
Pada waktu ia sedang tidur-tidur ayam, tiba-tiba ada orang mengetuk
jendela mobilnya, saat ia memicingkan mata, terlihat di luar mobil ada
seorang pejoging, dengan wajah tersenyum orang itu menanya: "Maaf, Pak,
sekarang jam berapa?"
"Jam 8:14." Sesudah mengucapkan terima kasih, orang itu pun segera lari meninggalkan tempat tersebut.
"Jam 8:14." Sesudah mengucapkan terima kasih, orang itu pun segera lari meninggalkan tempat tersebut.
KISAH NYATA INSPIRATIF (Akibat Pergaulan Bebas/ Mimi yg Malang)
Beberapa bulan lalu Mimi bertemu dengan Boy. Merek berdua saling tertarik & jatuh hati, hari-demi hari berlalu Boy sering mengunjungi Mimi.
Tiap hari keduanya slalu bersama-sama, bercanda berdua <3 <3
Hingga suatu hari mereka melakukan 'hubungan' di luar pernikahan. Bahkan mereka mengulangi kejadian itu beberapa x atau mungkin bisa di katakan sering.
Tiap hari keduanya slalu bersama-sama, bercanda berdua <3 <3
Hingga suatu hari mereka melakukan 'hubungan' di luar pernikahan. Bahkan mereka mengulangi kejadian itu beberapa x atau mungkin bisa di katakan sering.
Tiga Pilot
Tiga
orang pilot tersesat di hutan belantara akibat pesawat yang dikendarai
jatuh. Beberapa hari kemudian mereka disandera oleh suku yang kejam.
Beruntung, kepala suku akan membebaskan mereka dengan syarat setiap
orang harus membawa sepuluh buah yang diambil dari hutan. Mereka pun
senang karena bebas dengan syarat yang mudah. Lalu mereka pergi mencari
buah.
Setelah dua jam, pilot pertama datang membawa sepuluh buah apel.
Kepala suku berkata, "Baik, kamu
telah membawa sepuluh buah apel. Sekarang masukkan semua apel itu
melalui lubang pantat kamu satu - persatu. Kalau kamu merintih, atau
mengeluarkan suara, kamu akan saya potong - potong jadi sate!"
Om2 Hidung Belang Dengan Mahasiswi Psikologi
Seorang
gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar. Permisi, boleh saya
mentraktir anda minum?,tawar seorang laki-laki muda menghampirinya.
Apa? Ke hotel?,teriak si gadis.
Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minum, Ungkap pria tersebut setengah keder.
Kau meminta aku menemani ke hotel?, teriak sigadis lebih keras.
Merasa di tolak, dengan perasaan malu, laki-laki muda itu beringsut dan duduk di sudut ruangan. Semua orang di bar menatapnya dengan sinis dan mencibir.
Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu. Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di situasi yang tidak dikehendakinya, ungkap wanita itu menjelaskan.
Si laki-laki menatap dengan tampang dingin. Kemudian berteriak dengan amat kerasnya.
Berapa? Dua ratus ribu?!!!
Apa? Ke hotel?,teriak si gadis.
Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minum, Ungkap pria tersebut setengah keder.
Kau meminta aku menemani ke hotel?, teriak sigadis lebih keras.
Merasa di tolak, dengan perasaan malu, laki-laki muda itu beringsut dan duduk di sudut ruangan. Semua orang di bar menatapnya dengan sinis dan mencibir.
Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu. Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di situasi yang tidak dikehendakinya, ungkap wanita itu menjelaskan.
Si laki-laki menatap dengan tampang dingin. Kemudian berteriak dengan amat kerasnya.
Berapa? Dua ratus ribu?!!!
Langganan:
Postingan
(
Atom
)